• Jelajahi

    Copyright © TITIKKABAR.COM | Berita di Titik Penting
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Ketum JAMIRA: Maulid Nabi Harus Jadi Momentum Perkuat Keteladanan di Era Digital

    TITIKKABAR.COM |
    Selasa, 25 Agustus 2026, 10:49 WIB Last Updated 2026-08-25T03:49:04Z

    JAKARTA, 25 Agustus (TITIK KABAR) — Ketua Umum Jaringan Media Indonesia Raya (JAMIRA) RM Gusti Haes mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW harus menjadi momentum untuk memperkuat keteladanan, kejujuran dan tanggung jawab dalam kehidupan publik, termasuk di tengah derasnya arus informasi digital.

    Gusti Haes menyampaikan pernyataan itu saat menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kantor DPP JAMIRA, kawasan Kayu Manis, Jakarta Timur.

    "Maulid Nabi bukan sekadar momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga momentum untuk melihat sejauh mana keteladanan beliau kita hadirkan dalam kehidupan bangsa hari ini," kata Gusti Haes.

    Ia mengatakan perkembangan teknologi telah membuat informasi menyebar lebih cepat, namun kondisi tersebut juga meningkatkan tantangan dalam memastikan informasi yang beredar dapat dipertanggungjawabkan.

    Menurut dia, ruang digital saat ini tidak hanya menjadi tempat pertukaran informasi, tetapi juga dapat menjadi ruang penyebaran informasi yang belum terverifikasi, perdebatan dan polarisasi.

    "Di tengah situasi seperti itu, kita membutuhkan kembali sesuatu yang menjadi inti ajaran Rasulullah SAW, yaitu akhlak," katanya.

    Gusti Haes mengatakan persoalan bangsa tidak hanya berkaitan dengan kemampuan intelektual dan kemajuan teknologi, tetapi juga bagaimana pengetahuan, kekuasaan dan kebebasan digunakan secara bertanggung jawab.

    "Kita tidak kekurangan orang pintar. Kita membutuhkan lebih banyak orang yang berakhlak. Kita tidak kekurangan informasi, tetapi membutuhkan lebih banyak kejujuran dalam menyampaikan informasi," ujarnya.

    Ia juga mengingatkan media untuk menjalankan fungsi publiknya dengan mengutamakan akurasi dan verifikasi, terutama ketika informasi dapat dengan cepat menyebar melalui platform digital.

    "Media harus menjadi ruang yang menghadirkan fakta. Di tengah meningkatnya polarisasi, media harus menjadi ruang yang menghadirkan keseimbangan," kata Gusti Haes.

    Menurut dia, peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diterjemahkan dalam perilaku masyarakat, termasuk dalam penggunaan media sosial.

    "Di era ketika satu unggahan dapat memengaruhi ribuan bahkan jutaan manusia, akhlak digital menjadi bagian dari akhlak manusia itu sendiri," katanya.

    Gusti Haes mengajak insan media, masyarakat, tokoh agama dan generasi muda menggunakan momentum Maulid Nabi untuk memperkuat persaudaraan, menjaga persatuan dan merawat keberagaman.

    "Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kecerdasan. Indonesia membutuhkan kejujuran. Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kebebasan berbicara. Indonesia membutuhkan tanggung jawab," ujarnya.

    Ia mengatakan JAMIRA akan mendorong nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari kehidupan media dan ruang publik, dengan menempatkan informasi sebagai amanah yang harus disampaikan secara profesional dan bertanggung jawab. (ras)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini