• Jelajahi

    Copyright © TITIKKABAR.COM | Berita di Titik Penting
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Mahasiswa Maluku Soroti Status Masyarakat Adat Pegunungan Seram Utara

    TITIKKABAR.COM |
    Senin, 17 Agustus 2026, 18:05 WIB Last Updated 2026-08-17T11:06:51Z

    TITIKKABAR.COM | AMBON — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Sou Upaa Melawan membentangkan poster yang menyoroti status masyarakat adat Pegunungan Seram Utara dan meminta pencabutan status Taman Nasional Manusela dari wilayah adat tersebut, Senin (17/8).


    Aksi itu dilakukan setelah upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia di Lapangan Merdeka, Ambon, saat Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa meninggalkan lokasi.

    Dua poster yang dibentangkan mahasiswa masing-masing bertuliskan, “Masyarakat Adat Pegunungan Seram Utara Belum Merdeka” dan “Cabut Status Taman Nasional Manusela di Wilayah Adat Pegunungan Seram Utara”.

    Perwakilan Aliansi Sou Upaa Melawan, Wili Ropena, mengatakan mahasiswa berupaya menyerahkan surat kepada gubernur yang berisi aspirasi para tetua adat Pegunungan Seram Utara. Namun, upaya tersebut sempat terhalang aparat.

    “Kami ingin bertemu Gubernur Maluku untuk menyerahkan surat dari tua-tua adat di Pegunungan Seram Utara,” kata Wili.

    Surat tersebut disiapkan Kepala Tanah Negeri Manusela, Sepnat Amanukuany, dan berisi permintaan agar pemerintah daerah menindaklanjuti persoalan masyarakat adat di wilayah tersebut.

    Karena tidak dapat menyerahkan surat secara langsung kepada gubernur, mahasiswa akhirnya menyerahkannya kepada juru bicara Gubernur Maluku, Kasrul Selang, untuk diteruskan.

    Wili berharap pemerintah provinsi merespons aspirasi tersebut dan membuka ruang dialog dengan masyarakat adat Pegunungan Seram Utara.

    “Kami berharap aspirasi ini dapat direspons dengan baik,” katanya.

    Aksi tersebut berlangsung tanpa laporan mengenai tindakan anarkis dari mahasiswa.(Est)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini